Rabu, 22 Mei 2013

Acara Dekan Cup Fisip Ditunda

Acara Dekan Cup Fisip Ditunda
Tertundanya kepelaksanaan kegiatan Dekan Cup Fisip disebabkan Dana Operasional kegiatan belum bisa dicairkan

Bengkulu-Semangat para panitia untuk mengadakan acara Dekan Cup yang akan di selenggarakan pada tanggal 1 mei 2013 di FISIP Unib ditunda. Padahal peserta bukan hanya dari Unib saja, tetapi seluruh perguruan tinggi yang ada di Bengkulu.
         “Sebenarnya kami sangat beharap acara Dekan Cup ini tetap terlaksana, tetapi dikarenakan ada permasalahan menyangkut  dana jadi acara ini kami tunda dengan batas yang belum ditentukan,”ungkap Ketua Panitia Dekan Cup Medy Perwira Jaya disela jam istirahat kuliah.
         Medy menjelaskan penyebab ditundanya acara Dekan Cup ini di karenakan dana yang ada di Fakultas belum cair. Untuk mengadakan acara ini kami perlu dana yang sangat besar dan kami sangat membutuhkan dana dari Fakultas tersebut. Jadi acara Dekan Cup belum bisa berjalan kalau dana tersebut belum ada, tambahnya.
Sementara itu ditempat terpisah, ketika dikonfirmasi Penyebab belum  cair nya  dana untuk kegiatan Dekan Cup ini adalah belum turun nya dana yang ada di pusat  (Rektorat).  Jadi kami belum bisa mencairkan dana untuk Dekan Cup Karena dana nya belum ada.Kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan dana dari pusat tetapi belum juga di respon,malah surat yang kami ajukan di kembalikan.Kami belum tahu kepastian nya kapan dana tersebut turun dan di cairkan.”ungkap ibu Arnis (Bendahara Fakultas)”.
Dari informasi yang diperoleh dilapangan, mahasiswa Fisip Universitas Bengkulu sangat menyayangkan di tundanya acara Dekan Cup ini  karena acara ini bisa menjadi ajang menjalin hubungan baik antara perguruan tinggi yang ada di Bengkulu serta bisa mengharumkan nama Unib di mata mahasiswa perguruan lain nya.
Sebelumnya Dekan Cup Fisip ini sudah di perkirakan dapat terlaksana sesuai dengan jaduwal yang telah ditentukan, karana 90% semua persiapan sudah siap. Acara ini sudah di buat dengan persiapan yang sangat matang serta susun yang sangat baik oleh para anggota panitia Dekan Cup.
Sangat di sayangkan sekali acara Dekan Cup yang sebesar ini ditunda karena dana belum  cair padahal acara ini sangat dinanti-nanti oleh bayak kalangan mahasiswa yang ada di Bengkulu. Kekecewaan tidak hanya di kalangan Unib saja tetapi seluruh perguruan tinggi yang ada di Bengkulu.

Belum tahu kepastiannya kapan Dekan Cup bisa di lanjutkan lagi dengan permasalahan yang ada pada saat ini. Di perkirakan Dekan Cup akan di lanjutkan kalau dana dari  Fakultas sudah turun dari pusat.

Unib Adakan Forum Diskusi

Unib Adakan Forum Diskusi
F
akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu (Unib) mengadakan Acara Forum Diskusi untuk seluruh Mahasiswa dan sifatnya Umum. Acara ini di adakan dari jam 08.30 s/d 11.00 wib, tetapi dari jam 08.00 sudah bayak peserta yang dating pada saat itu. Pesertapun semakin bayak bertambah pada saat acara sudah mulai.
Cara Diskusi yang diadakan oleh pihak Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Pak Lamhir Syam Sinaga (Sekretaris Diskusi). Bertujan untuk kemajuan Fakultas Fisip agar lebih maju lagi kedepannya. Diskusi ini untuk menuangkan Topik berbagai Ilmu yang berkaitan dengan kajian masalah di Fisip, agar topik yang telah di tuangkan dapat di ambil dan nantinya bisa langsung di terapkan.
Diskusi ini di isi tiga pembicara seperti Ir. Patriana Sosialinda (Wakil Walikota Bengkulu), Dr. Titiek Kartika, MA (Dosen Ilmu Administrasi Negara), Lenny John Latif, SE.,M. Si (Angkoya DPRD Kota). Dari ke tiga pembicara hanya Sosialinda yang tidak bisa hadir pada saat itu. Ketidak hadiran Sosialinda di karenakan ada kesibukan di luar yang tidak bisa di tinggalkan.
Tema yang di angkat dalam acara ini adalah Aspirasi Politik Perempuan Dalam Menyongsong Pemilihan Umum 2014. Acara ini di adakan rutin setiap satu bulan sekali dan sudah di adakan yang ke dua kalinya. Acara ini sengaja di buat agar Mahasiswa lebih peka terhadap politik yang ada di Indonesia dan hak-hak Perempuan di kanja Politik.
Acara ini pesertanya bukan hanya  di hadiri oleh Fakultas Fisip saja tetapi juga ada Fakultas lain yang ikut hadir dalam acara tersebut seperti Fakultas Pertanian dan Fakultas Efkip. Acara ini  sangat di sambut biak oleh kalangan Dosen dan mahasiswa Unib. Mahasiswa Unib sangat antusias dengan acara diskusi ini di tambah lagi dengan hadirnya toko-toko politik yang sangat berpengalaman.
“Kami sangat senang dengan diadakannya acara diskusi ini apa lagi diskusi ini di adakan satu bulan sekali karena bisa menambah Ilmu Pengetahuan kami lebih besar lagi. Kami berharap acara seperti Diskusi ini masih tetap di jalankan terus satu bulan sekali karena banyak sekali manfaat dan Ilmu yang didapatkan. Sangat di sayangkan sekali kalau acara seperti ini tidak bisa di manfatkan oleh kalangan mahasiswa,”ungkap mey peserta yang mengikuti acara diskusi tersebut.

Di tempat yang terpisah, saat di Tanyakan bagaimana tentang Acara Diskusi ini!! Acara ini sangat la bagus untuk Mahasiswa apa lagi bagi orang yang benar-benar mau belajar dan mendapatkan Ilmu. Ilmu itu Ilmu itu Mahal, tetapi masih bayak kalangan Mahasiswa yang belum berminat mengikuti acara seperti ini. Padahal acara ini tidak di kenakan biaya dan di sana kita sudah mendapatkan fasilitas seperti makan dan minum serta kita bisa mendapatkan Ilmu dan ketemu dengan orang-orang telah berpengalaman di Dunia Politik.”Ungkap Drs. Lamhir Syam Sinaga, M.Si (Sekretaris Diskusi)”

Selasa, 14 Mei 2013

berita feature

Pedagang Mulai Bentrok Dengan Aparat


BENGKULU-Para aksi pendemo yang menolak relokasi pasar semarak dari jalan KZ. Abidin II ke kawasan pasar Barakoto II sangat marah dengan kebijakan walikota tentang  relokasi pasar yang mereka tempati sudah bertahun-tahun bahkan ada yang sudah berpuluh-puluuh tahunnya.
       Mulai pukul 09.02 WIB ini para pendemo mulai memanas dengan kebijakan semua ini, puluhan pedagang bentrok dengan aparat kopolisian dan polisi pamong praja yang berjaga ketat di depan kantor walikota tersebut sangat ketat penjagaanya.Para pendemo ada yang berteriak di depan kantor walikota serta ada yang menangis dengan melontarkan perkataan keburukan walikota.
       Pantauan RB di lokasi, para penndemo ngotot tetap ingin mendesak masuk ke dalam kantor walikota serta aksi pendemo di sana saling dorong-dorongan untuk bisa masuk."Saya mau masuk ketemu sama walikota, jangan halang-halangi saya pak polisi".ungkap para pendemo yang ada di sana dengan raut waja yang sangat marah.
       Para pendemo ingin ketemu dengan walikota H. Helmi Hasan, SE untuk menagi janji-janji helmi yang perna dia katakan pada saat kampanye, tidak akan melakukan penggusuran di jalan KZ. Abidin II.Tapi apa yang telah helmi lakukan setelah menjadi Walikota Bengkulu,dia seolah-olah lupa dengan semua janji yang perna dia katakan.
       Bentrokpun tidak bisa  halangi lagi dengan amarah para pedemo yang semakin memanas serta kondisi yang panas pada saat itu.Bentrok terjadi di karenakan tidak bolehnya masuk untuk ketemu dengan Helmi Hasan.
       Meski bentrok di kantor Walikota tersebut jadi, tetapi tidak ada korban luka-luka pada saat bentrok. Dalam aksi demo para pedagang juga didampingi oleh persatuan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII). Aksi demo yang cukup lama ini mendapatkan penjagaan ketat dari pihak aparat kepolisian dan petugasSapol PP Kota Bengkulu.

berita feature

Warga Mintak Pemda Perbaiki Jembatan

AIR PERIUKAN - Jembatan gantung  yang ada di Desa Padang Pelasan Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma panjang nya sekitar 70 meter yang kondisinya makin memperhatinkan serta sangat berbahaya di lalui oleh warga sekitar yang ingin berkebun.
       Semula jembatan ini hanya berlantai papan, lama-kelamaan dengan berjalannya waktu serta kondisi yang sering berganti papan tersebut mulai mengalami kerusakan satu-persatu dan sekarang papannya rusak parah.Melihat keadaan jembatan yang mulai memperhatinkan, warga berinisiatif menggantikan papan yang rusak tersebut dengan bambu.Namun lama-kelamaan bambu tersebut  juga mulai mengalami rapu dan bayak bambu yang bolong.
       Salah seorang warga setempat,Andi Risman sangat berharap sekali lantai jembata bisa di perbaiki dan di ganti secepatnya dikarenakan kalau jembatan  belum juga di perbaiki bisa mengancam kehidupan warga yang sangat bergantung pada jembatan gantung itu.Jembatan gantung itu merupakan salah satunya tempat jalan penghubung warga dengan lokasi Persawahan,Perkebunan Karet dan Sawit.
       "Kalau jembatan gantung itu belum juga di perbaiki bagaimana  bisa dilewati dan bisa-bisa kami tidak bisa makan gara-gara jembatan gantung yang rusak tersebut.Jembatan ini satu-satunya akses kami untuk menuju ke sawa dan perkebunan,enak kalau ada jalan lain menuju parkebunan. kalau tidak di perbaiki terpaksa kami mengambil resiko untuk melewati jembatan biarpun nyawa taruannya. Bagaimana kami bisa ada uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kalau jembatan untuk menuju perkebunan rusak. kalau juga tidak di perbaiki,terpaksa kami mengambil resiko untuk melewati jembatan tersebut biarpun nyawa taruannya,"katanya.
       Kepala Desa Padang Pelasan, Zon Gusti mengungkapkan sebenarnya ada  dua jembatan gantung tetapi jembatan tersebut rusak semua khususnya di bagian lantai jembatan. Warga setempat menggantikan lantai jembatan yang rusak dengan yang baru, tetapi lama kelamaan jembatan itu rusak lagi. Kalau jembatan itu bagus bisa di lewati warga untuk pergi kelokasi persawahan dan perkebunan serta pengendara sepeda motor, tapi sekarang hanya warga yang nekat dan berani saja mau melewati jembatan gantung yang rusak tersebut,"terangnya.
       Untuk memperbaiki jembatan,Zon Gusti mengaku pihaknya belum bisa berbuat banyak dengan kondisi pada saat sekarang ini.Namun akan di upayakan sesemaksimal mungkin untuk memperbaiki jembatan,mungkin menggunakan dana desa. Meski demikian itu belum menjamin berlangsungnya perbaikan jembatan gantung,tapi dia sangat berharap bisa di perbaiki langsung oleh Pemda Seluma."Semoga bisa diperbaiki oleh Pemda. Kalau Pemda Seluma belum juga memperhtaikan dan memperbaikinya mungkin kami langsung upayakan  perbaikan bersama warga dengan dana desa yang ada,dari pada kami menunggu Penda Seluma yang tidak kunjung memperbaiki jembatan tersebut. Jembatan ini sangat penting fungsi dan perannya," tandasnya.

berita umum

Pedagang Mulai Bentrok Dengan Aparat

Bengkulu-Kisru pedagang  pasar subuh di jalan KZ. Abidin II memanas dengan rencana relokasi(pemindahan) yang di anggap solusi oleh walikota, jusru memicu perlawanan para pedagang yang menolak pinda ke pasar barukoto.
      Dari pagi sampai siang,suasana di Kantor Walikota Bengkulu sangat tegang dengan aksi para pendemo yang menolak relokasi pasar Subuh Semarak dari jalan KZ. Abidin II ke kawasan Pasar Barokoto II. Dari pukul 09.02 WIB para pedagang yang datang ke walikota berniat untuk  menemui walikota di kantornya,tetapi dengan puluhan aparat kepolisian dan satuan polisi pamong praja mengadang kedatangan pedagang. Akibatnya puluhan para pedagang yang kesal  tidak bisa ketemu Walikota, pedagang bentrok dengan aparat Kepolisian dan satuan Polisi Pamong Praja.
      Pantauan RB di lokasi, Para pendemo tetap ngotot untuk ingin masuk ke dalam Kantor Walikota ketemu dengan H. Helmi Hasan, SE untuk tidak melakukan penggusuran di jalan KZ Abidin II. Versi pedagang, ingin menagi janji yang  Walikota pada saat dia baru mencalon menjadi Walikkota,tetapi janji itu dia langgar dan tidak di tepati.
      Para pedagang satu per satu mengeluarkan aspirasi yang menolak relokasi Pedagang Pasar Subuh ke Pasar Barokoto dan ada yang menangis dengan tindakan Walikota yang ingin menggusur Pasar Subuh.
Bentrokpun  tidak terhindarkan lagi dan bentrok tersebut cukup lama serta sangat memanaskan tetapi bentrok ini tidak ada memakan korban luka. Dalam aksinya para pedagang sangat menentang relokasi yang di ambil oleh Walikota tersebut,mereka tetap tidak setuju di pindahkan ke pasar Barokoto.
      Dalam aksi demo para pedagang mereka juga di dampingi oleh Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Aksi pendemo dari Pedagang Pasar Subuh dan PMII mendapat penjagaan yang saat ketat dari Aparat KOpolisian dan Petugas Satpol PP kota Beng

berita umum

Warga Mintak Pemda Perbaiki Jembata

AIR PERIUKAN- Jembatan gantung  yang ada di Desa Padang Pelasan Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma panjang nya sekitar 70 meter yang kondisinya makin memperhatinkan serta sangat berbahaya di lalui oleh warga sekitar yang ingin berkebun.
      Semula jembatan ini hanya berlantai papan, lama-kelamaan dengan berjalannya waktu serta kondisi yang sering berganti papan tersebut mulai mengalami kerusakan satu-persatu dan sekarang papannya rusak parah.Melihat keadaan jembatan yang mulai memperhatinkan, warga berinisiatif menggantikan papan yang rusak tersebut dengan bambu.Namun lama-kelamaan bambu tersebut  juga mulai mengalami rapu dan bayak bambu yang bolong.
      Ada seorang warga setempat, Andi risman melihat kondisi lantai jembatan gantung  yang mengalami kerusakan sangat berharap lantai jembatan tersebut segera diganti. Jangan sampai dibiarkan lantai rapuh dan bolong semua, nanti jembatan tidak bisa dilewati orang. Dengan kerusakan jembatan bisa mengancam kehidupan warga yang sangat bergantung pada jembatan itu. Jembatan gantung itu merupakan tempat warga berjalan menuju persawahan, perkebunan karet dan sawit.
      “Klau ini rusak, tidak bisa di lewati dan bagaimana kami bisa makan.bisa-bisa kami tidak makan,enak kalau ada jalan lain menuju ketempat perkebunan jadi kami bisa bekerja dan menghidupkan anak dan istri kami. Jembatan ini satu-satunya akses kami kesawa,kebun dan jalan untuk mengakut hasil panen nantinya.bagaimana kami ada uang dan mengidupkan keluarga kalau  jalan gantungnya rusak,” katanya.
      Kepala Desa Padang Pelasan, Zon Gusti mengungkapkan ada dua jembatan gantung yang berfungsi sebagai penghubung  warga ke lokasi persawahan dan perkebunan tetapi jembatan tersebut rusak semua khususnya di bagian lantai jembatan. Warga setempat menggantikan lantai jembatan yang rusak dengan yang baru, tetapi lama kelamaan jembatan itu rusak lagi. Kalau jembatan itu bagus bisa di lewati warga untuk pergi kelokasi persawahan dan perkebunan serta pengendara sepeda motor, tapi sekarang hanya warga yang nekat dan berani saja mau melewati jembatan gantung yang rusak tersebut,"terangnya.
      Untuk memperbaiki jembatan,Zon Gusti mengaku pihaknya belum bisa berbuat banyak dengan kondisi pada saat sekarang ini.Namun akan di upayakan sesemaksimal mungkin untuk memperbaiki jembatan,mungkin menggunakan dana desa. Meski demikian itu belum menjamin berlangsungnya perbaikan jembatan gantung,tapi dia sangat berharap bisa di perbaiki langsung oleh Pemda Seluma."Semoga bisa diperbaiki oleh Pemda. Kalau Pemda Seluma belum juga memperhtaikan dan memperbaikinya mungkin kami langsung upayakan  perbaikan bersama warga dengan dana desa yang ada,dari pada kami menunggu Penda Seluma yang tidak kunjung memperbaiki jembatan tersebut. Jembatan ini sangat penting fungsi dan perannya," tandasnya.