Pedagang Mulai Bentrok Dengan Aparat
Bengkulu-Kisru pedagang pasar subuh di jalan KZ. Abidin II memanas dengan rencana relokasi(pemindahan) yang di anggap solusi oleh walikota, jusru memicu perlawanan para pedagang yang menolak pinda ke pasar barukoto.
Dari pagi sampai siang,suasana di Kantor Walikota Bengkulu sangat tegang dengan aksi para pendemo yang menolak relokasi pasar Subuh Semarak dari jalan KZ. Abidin II ke kawasan Pasar Barokoto II. Dari pukul 09.02 WIB para pedagang yang datang ke walikota berniat untuk menemui walikota di kantornya,tetapi dengan puluhan aparat kepolisian dan satuan polisi pamong praja mengadang kedatangan pedagang. Akibatnya puluhan para pedagang yang kesal tidak bisa ketemu Walikota, pedagang bentrok dengan aparat Kepolisian dan satuan Polisi Pamong Praja.
Pantauan RB di lokasi, Para pendemo tetap ngotot untuk ingin masuk ke dalam Kantor Walikota ketemu dengan H. Helmi Hasan, SE untuk tidak melakukan penggusuran di jalan KZ Abidin II. Versi pedagang, ingin menagi janji yang Walikota pada saat dia baru mencalon menjadi Walikkota,tetapi janji itu dia langgar dan tidak di tepati.
Para pedagang satu per satu mengeluarkan aspirasi yang menolak relokasi Pedagang Pasar Subuh ke Pasar Barokoto dan ada yang menangis dengan tindakan Walikota yang ingin menggusur Pasar Subuh.
Bentrokpun tidak terhindarkan lagi dan bentrok tersebut cukup lama serta sangat memanaskan tetapi bentrok ini tidak ada memakan korban luka. Dalam aksinya para pedagang sangat menentang relokasi yang di ambil oleh Walikota tersebut,mereka tetap tidak setuju di pindahkan ke pasar Barokoto.
Dalam aksi demo para pedagang mereka juga di dampingi oleh Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Aksi pendemo dari Pedagang Pasar Subuh dan PMII mendapat penjagaan yang saat ketat dari Aparat KOpolisian dan Petugas Satpol PP kota Beng
Dari pagi sampai siang,suasana di Kantor Walikota Bengkulu sangat tegang dengan aksi para pendemo yang menolak relokasi pasar Subuh Semarak dari jalan KZ. Abidin II ke kawasan Pasar Barokoto II. Dari pukul 09.02 WIB para pedagang yang datang ke walikota berniat untuk menemui walikota di kantornya,tetapi dengan puluhan aparat kepolisian dan satuan polisi pamong praja mengadang kedatangan pedagang. Akibatnya puluhan para pedagang yang kesal tidak bisa ketemu Walikota, pedagang bentrok dengan aparat Kepolisian dan satuan Polisi Pamong Praja.
Pantauan RB di lokasi, Para pendemo tetap ngotot untuk ingin masuk ke dalam Kantor Walikota ketemu dengan H. Helmi Hasan, SE untuk tidak melakukan penggusuran di jalan KZ Abidin II. Versi pedagang, ingin menagi janji yang Walikota pada saat dia baru mencalon menjadi Walikkota,tetapi janji itu dia langgar dan tidak di tepati.
Para pedagang satu per satu mengeluarkan aspirasi yang menolak relokasi Pedagang Pasar Subuh ke Pasar Barokoto dan ada yang menangis dengan tindakan Walikota yang ingin menggusur Pasar Subuh.
Bentrokpun tidak terhindarkan lagi dan bentrok tersebut cukup lama serta sangat memanaskan tetapi bentrok ini tidak ada memakan korban luka. Dalam aksinya para pedagang sangat menentang relokasi yang di ambil oleh Walikota tersebut,mereka tetap tidak setuju di pindahkan ke pasar Barokoto.
Dalam aksi demo para pedagang mereka juga di dampingi oleh Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Aksi pendemo dari Pedagang Pasar Subuh dan PMII mendapat penjagaan yang saat ketat dari Aparat KOpolisian dan Petugas Satpol PP kota Beng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar