Selasa, 14 Mei 2013

berita feature

Pedagang Mulai Bentrok Dengan Aparat


BENGKULU-Para aksi pendemo yang menolak relokasi pasar semarak dari jalan KZ. Abidin II ke kawasan pasar Barakoto II sangat marah dengan kebijakan walikota tentang  relokasi pasar yang mereka tempati sudah bertahun-tahun bahkan ada yang sudah berpuluh-puluuh tahunnya.
       Mulai pukul 09.02 WIB ini para pendemo mulai memanas dengan kebijakan semua ini, puluhan pedagang bentrok dengan aparat kopolisian dan polisi pamong praja yang berjaga ketat di depan kantor walikota tersebut sangat ketat penjagaanya.Para pendemo ada yang berteriak di depan kantor walikota serta ada yang menangis dengan melontarkan perkataan keburukan walikota.
       Pantauan RB di lokasi, para penndemo ngotot tetap ingin mendesak masuk ke dalam kantor walikota serta aksi pendemo di sana saling dorong-dorongan untuk bisa masuk."Saya mau masuk ketemu sama walikota, jangan halang-halangi saya pak polisi".ungkap para pendemo yang ada di sana dengan raut waja yang sangat marah.
       Para pendemo ingin ketemu dengan walikota H. Helmi Hasan, SE untuk menagi janji-janji helmi yang perna dia katakan pada saat kampanye, tidak akan melakukan penggusuran di jalan KZ. Abidin II.Tapi apa yang telah helmi lakukan setelah menjadi Walikota Bengkulu,dia seolah-olah lupa dengan semua janji yang perna dia katakan.
       Bentrokpun tidak bisa  halangi lagi dengan amarah para pedemo yang semakin memanas serta kondisi yang panas pada saat itu.Bentrok terjadi di karenakan tidak bolehnya masuk untuk ketemu dengan Helmi Hasan.
       Meski bentrok di kantor Walikota tersebut jadi, tetapi tidak ada korban luka-luka pada saat bentrok. Dalam aksi demo para pedagang juga didampingi oleh persatuan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII). Aksi demo yang cukup lama ini mendapatkan penjagaan ketat dari pihak aparat kepolisian dan petugasSapol PP Kota Bengkulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar