Pedagang
Pinggiran Jalan
PEDAGANG :
Terlihat Pedagang Molen sedang menggoreng dagangan untuk nantinya di jual dan
bersama anak-anak SMP yang sedang menunggu Gorengan yang masak.
Bengkulu-Pedagang yang berjualan di Pinggiran Jalan ke banyakan
dari Masyarakat Kecil dan Perekonomiannya kurang. Sebut saja bapak saipul (35
tahun) Warga kembang seri bisah dikatakan supermen dalam kelurganya. Bapak dua
anak dan satu Istri ini sudah menekuni berjualan Molen di pinggiran jalan selama 11
tahun.
Laki-laki
ini sebelumnya berjualan belum memakai motor tetapi menggunakan Gerobak untuk
berjualan Goreng Molen ini. Dengan Penuh semangat dan kerja keras yang di
lakukan tebayar sudah semua keringat yang di keluarkan selama berjualan
menggunakan gerobak dengan bisah membeli sebuah motor biarpun motor tersebut
kredit.
Dikit
demi sedikit motor tersebut dibayar biarpun bayak hambatan yang dirasakan oleh
Saipul seperti motor mau ditarik oleh pihak sorum motor karena belum membayar dua
bulan kredit motor. Dengan semangat dan hati yang sedih bapak dua anak ini
terpaksa meminjam uang dengan tetangganya untuk membayar kredit motor tersebut.
Setiap
harinya dari jam lima subuh Matahari yang belum terbit bapak Saipul sudah
bangun dengan kondisi mata yang masih mengantuk bergegas untuk mempersiapkan
bahan dan barang dagangan yang akan dibawa nantinya. Dengan penuh semangat
untuk mencari nafkah bapak dari dua anak ini langsung bersiap untuk memulai
berjualannya dengan menggunakan sepeda motor bututnya untuk berjualan.
Saipul
pun mulai mencari tempat dimana ada keramaian baik itu sekolah pernikahan atau
pun acara lainya. Matahari mulai menusuk kulit bapak itu dan keringatpun kelur
dikit demi sedikit membasahi tubuhnya dengan mengendarai motor tersebut dengan
wajah yang tersenyum tetapi didalam hatinya malah bersedih.
Terkadang
dagangan yang dijual tidak semuanya bisah laku habis terjual pada hari itu tapi
itu jarang karena sudah dipekirakan berapa yang akan dibawa natinya. Barang
dagangan sehari bisah terjual dengan hanya Seratus Tuju Puluh itu tidak semua
terjual. Tetapi kalau dagangnanya terjual semua itu bisah mendapatkan sekitar
Dua Ratus Lim Puluh dalam sehari tetapi keuntungan yang didapat kalau dagangan
habis semua dalam sehari sekitar seratus tiga puluh ,”ungkap Pak Siapul”.
Dengan
keadaan hari yang mulai mau gelap dan suara yang mengaji di setiap masjid
Saipul mulai bergegas untuk pulang kerumah. Setelah sampai dirumah dengan wajah
yang kelelahan Bapak Dua orang anak ini
di sambut oleh istrinya yang telah menunggu di depan rumah.
Dengan
kerja keras, jerih payahnya serta
keringat yang bercucuran pun terbayar sudah oleh Bapak Saipul dengan
menghidupkan sendiri istri dan kedua anaknya serta membiayai kedua anaknya yang masih sekolah
yang pertama SD kelas 5 dan yang kedua SMP kelas 2. (fly)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar