Selasa, 04 Juni 2013

berita feucere

Pedagang Pinggiran Jalan

PEDAGANG : Terlihat Pedagang Molen sedang menggoreng dagangan untuk nantinya di jual dan bersama anak-anak SMP yang sedang menunggu Gorengan yang masak.


Bengkulu-Pedagang  yang berjualan di Pinggiran Jalan ke banyakan dari Masyarakat Kecil dan Perekonomiannya kurang. Sebut saja bapak saipul (35 tahun) Warga kembang seri bisah dikatakan supermen dalam kelurganya. Bapak dua anak dan satu Istri ini sudah menekuni  berjualan Molen di pinggiran jalan selama 11 tahun.
Laki-laki ini sebelumnya berjualan belum memakai motor tetapi menggunakan Gerobak untuk berjualan Goreng Molen ini. Dengan Penuh semangat dan kerja keras yang di lakukan tebayar sudah semua keringat yang di keluarkan selama berjualan menggunakan gerobak dengan bisah membeli sebuah motor biarpun motor tersebut kredit.
Dikit demi sedikit motor tersebut dibayar biarpun bayak hambatan yang dirasakan oleh Saipul seperti motor mau ditarik oleh pihak sorum motor karena belum membayar dua bulan kredit motor. Dengan semangat dan hati yang sedih bapak dua anak ini terpaksa meminjam uang dengan tetangganya untuk membayar kredit motor tersebut.
Setiap harinya dari jam lima subuh Matahari yang belum terbit bapak Saipul sudah bangun dengan kondisi mata yang masih mengantuk bergegas untuk mempersiapkan bahan dan barang dagangan yang akan dibawa nantinya. Dengan penuh semangat untuk mencari nafkah bapak dari dua anak ini langsung bersiap untuk memulai berjualannya dengan menggunakan sepeda motor bututnya untuk berjualan.
Saipul pun mulai mencari tempat dimana ada keramaian baik itu sekolah pernikahan atau pun acara lainya. Matahari mulai menusuk kulit bapak itu dan keringatpun kelur dikit demi sedikit membasahi tubuhnya dengan mengendarai motor tersebut dengan wajah yang tersenyum tetapi didalam hatinya malah bersedih.
Terkadang dagangan yang dijual tidak semuanya bisah laku habis terjual pada hari itu tapi itu jarang karena sudah dipekirakan berapa yang akan dibawa natinya. Barang dagangan sehari bisah terjual dengan hanya Seratus Tuju Puluh itu tidak semua terjual. Tetapi kalau dagangnanya terjual semua itu bisah mendapatkan sekitar Dua Ratus Lim Puluh dalam sehari tetapi keuntungan yang didapat kalau dagangan habis semua dalam sehari sekitar seratus tiga puluh ,”ungkap Pak Siapul”.
Dengan keadaan hari yang mulai mau gelap dan suara yang mengaji di setiap masjid Saipul mulai bergegas untuk pulang kerumah. Setelah sampai dirumah dengan wajah yang kelelahan  Bapak Dua orang anak ini di sambut oleh istrinya yang telah menunggu di depan rumah.

Dengan  kerja keras, jerih payahnya serta keringat yang bercucuran pun terbayar sudah oleh Bapak Saipul dengan menghidupkan sendiri istri dan kedua anaknya serta  membiayai kedua anaknya yang masih sekolah yang pertama SD kelas 5 dan yang kedua SMP kelas 2. (fly)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar