Pengemis Jalanan Menjamur Dilampu Merah
GAMBAR : Terlihat para Pengamen Berkumpul untuk beristirahat di pinggiran jalan.
“Ada beberapa faktor
pendorong yang menyebabkan banyaknya Pengemis
berkeliaran dan mengamen di lampu merah.”
BENGKULU-
Belakangan ini fenomena Pengemis
jalanan yang berkeliaran dilampu merah tengah menjamur. Setiap hari mereka
mengemis di simpang lampu merah
diberbagian tempat dengan bermodalkan alat gayung air serta alat media
musik yang mereka bawah sendiri
seperti Speaker dan Mic untuk bernyayi dan alat yang lainnya.
Ada
beberapa faktor yang menyebabkan mereka memilih untuk menjadi Pengamen jalanan yakni, pertama
faktor ekonomi yang mengharuskan mereka mencari
uang
dan mencari nafkah untuk kehidupan mereka,
kedua faktor kurangnya pendidikan,
ketiga faktor lingkungan yang bebas sehingga menyebabkan mereka mengadopsi
prilaku-prilaku negatif orang-orang yang ada disekitar mereka dan yang ke empat
kurangnya rasa mereka terhadap
pendidikan.
“kami
disini mencari uang untuk mencari nafka dan untuk makan serta menghidupi
keluarga, kami tidak sembarangan mengemis
disini harus ada tata cara dan santun.
Kami memiliki tempat yang berbeda-bedah
bukan hanya dilampu merah saja.” Ungkap anisa (40), salah satu pengemis jalanan (02/06).
Dilain sisi warga simpang skip yang tinggal disana
marjono mengatakan melihat pengemis yang mulai bayak di mana-mana membuat resah
warga yang melihat dan yang ingin melintas di lampu merah tersebut dengan
kelakuan yang membuat warga tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Semoga
pemerintah bersikap tegas dengan pengemis yang mulai berkeliaran
dimana-mana,”ungkapnya”.
Seharusnya
hal seperti ini tidak terjadi jika orang tersebut
memiliki kesadaran bahwa pendidikan itu penting dan harus berusaha cari kerja dulu jangan langsung mengemis saja.
Selain itu hendaknya pemerintah bersikap lebih tegas untuk mengatasi hal
semacam ini. (fly)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar