Seorang
Ibu yang sudah tua yang Hebat dengan penuh Penderitaan dan Perjuangan Tinggi. Mengapa saya
bilang seperti itu karena orang tua ini menghidupkan ke-5 orang anaknya dengan
penuh
Penderitaan yang amat menyiksakan dirinya sendiri. Dengan demikian Perempuan
tua ini selalu bersemangat untuk membahagiakan anaknya tersebut dengan cara
apapun tetapi halal, agar anaknnya bisah bahagia dan mencapaikan cita-citanya
nanti.
Orang
tua ini Hidup dengan Rumah yang masih Sebagian dari Kayu yang bentuknya masih sangat
Moderen dan kebutuhan yang bercukupan. Perempuan ini bekerja sebagai pejual
sayuaran yang berjualan dengan Ranjang yang di Pikulnya Setiap Hari.
Pagi hari sekitar Jam Empat Subuh dia sudah bangun untuk
bergegas untuk membeli barang dagangannya untuk nantinya dijual, sebelum
berangat, ibu ini Sholat dulu dan ber’doa memintak rezeki yang lebih.
Sekitar jam Setengah lima Subuh Perempuan tua ini langsung kepasar untuk
membeli barang dagangan yang akan dijaulnya lagi ke warga.
Terkadang
Perempuan tua ini mengambil Sayuran yang di tanam di samping rumahnya yang
menggunakan lahan warga yang ada di setempat. Dengan penuh semangat dan
pejuangan tinggi orang tua ini berjualan sayuran di rumah-rumah warga seperti
di perumahan. Dengan Raut Wajah yang capek dan Tetesan air
keringat yang membasahi baju dan mukanya dia tetap semangat berjualan
sayurannya tersebut.
Perempuan
ini tidak hanya berjualan sayuran saja tetapi dia juga bekerja sebagai pecuci
baju juga di rumah warga. Setelah selesai berjualan sayuran ibu lima
anak ini langsung bergegas untuk nantinya kerumah warga untuk bekerja sebagai tukang
cuci baju. Tidak hentinya orang tua ini bekerja untuk menghidupi
anaknya tersebut. Dia tidak memikirkan dirinya tetapi hanya memikirkann
anaknya dan masa depan anaknya nanti.
Tidak
Henti-hentinya Wanita ini bekerja untuk mencari Uang, dia bekerja
seharian untuk mencari uang saja. Bahkan kesehatannya saja tidak dia pikikan
untuk mendapatkan uang tersebut. Terkadang Perempuan ini kelelahan dan lapar
dan ingin makan dan istirahat sebentar di rumah. Sesampai dirumah dengan
melihat anaknya belum makan dan gulai yang ada di rumah tersebut hanya sedikit.
Terpaksa Dengan kondisi Perut yang Lapar dan Capek Orang tua ini tidak jadi
makan dan langsung memberikan untuk anaknya tersebut.
Dengan
Raut Wajah yang senang melihat anaknya yang sedang makan, rasa Lapar ibu itupun
hilang seketika melihat anaknya
tersebut. Perempuan ini tidak memikirkan dirinya tetapi dia hanya
memikirkan anaknya saja. Setelah itu orang tua ini langsung kembali
bekerja sebagai pencuci baju di rumah warga. Dia pulang dari pekerjaanya sore
sekitar jam setengah enam sore dengan badan yang kurus dan Raut wajah yang
kecapean. Setelah pulang dia langsung makan dengan menggunakan Teh
dan Nasi Putih. Teh tersebut natinya di tuangakan kedalam nasi tersebut
dan dimakan, terkadang kalau tidak ada teh perempuan ini makan dengan
menggunakan Garam dan Kelapa yang sudah diraut untuk dicampur nantinya di
nasi tersebut.
Biarpun
begitu Perempuan tua ini masih bersemangat biarpun penderitaan yang
dirasakan tetapi dengan semua itu dia tetap bersyukur dengan apa yang
dia miliki dan lakukan untuk anaknya itu. Dengan kerja keras dan perjuangan tinggi
ibu lima anak ini sudah bisah Sekolahkan anaknya satu demi satu
dan bahkan sampai ada yang sudah tamat bersekolah dengan keringat
yang menetes di pipi dan membasahi tubuhnya serta terus dikeluarakan setiap
hari.
Dengan
berjalannya waktu, salah satu anak ibu itu ada yang sudah mendapatkan pekerjaan
dan membuka usahanya sendiri dengan modal yang dia dapatkan sendiri. Melihat
itu Perempuan tua tersebut sangat berbangga dan sangat terharu dengan apa yang
ada pada anaknya itu. Orang Tua ini sangat berterimakasih kepada yang Maha
Kuasa atas pemberian rezeki yang berlimpah diberiakan kepada anaknya
tersebut dengan penuh penderitaan dan pejuangan yang tinggi perempuan tua ini
sudah bisah melihat anaknya yang sudah bisah menghasilkan uang sendiri.
Tetapi
biarpun sebagian anaknya bisah menghasilkan uang sendiri dan membuka pekerjaan
sendiri. Perempuan tua ini masih saja ingin bekerja untuk menghidupakan anaknya
yang masih ada dan tinggal bersama serta masih harus diurus lagi. Biarpun
anaknya rata-rata sudah bekerja tetapi ibu ini tidak ingin bergantung kepada
anaknya tersebut serta tidak mau merepotkan anaknya.
Satu
demi persatu rumah yang masih sebagian seperti sederhana terbuat dari kayu dan
masih moderen ini mulai diperbaiki serta di bangun oleh
anaknya agar rumah tersebut terlihat lebih indah dan tidak seperti dulu lagi.
Dengan antusias anaknya tersebut untuk membangaun rumah agar terlihat lebih
Indah lagi ibu ini menangis dengan air mata yang menetes dipipinya tersebut.
Perjuangan
Perempuan itu tidak sampai disitu saja, dengan wajah yang mulai mengeriput
dan dan jalan yang sudah tidak terlalu kaut lagi. Ibu dari lima
anak ini masih saja ingin bekerja meskipun sejumlah anaknya melarang untuk
bekerja lagi. Tapi pendirian tetap saja pendirian, ibu ini mash saja tidak mau
mendengar ucapan dari anaknya tersebut. Dia masih saja bekerja biarpun
pekerjaannya tidak sebagai penjual sayur dan pencuci baju tapi melainkan
sebagai petani padi.
Dengan
kerja keras dan perjuangan tinggi serta penderitaan yang dia dapatkan dari dulu
sampai sekarang. Tetapi Orang tua ini sudah menyelesaikan emapat anaknya tamat
sekolah dan satu anaknya yang masih mencari ilmu di peguruan tinggi di Bengkulu
dengan biaya dari keringat yang dikeluarkan dari dulu hingga sekarang serta di
bantu dengan kaknya yang telah bekerja dan membuka usahanya sendiri.
Perempuan
tersebut sangat berbanga dan senang dengan apa yang telah dia lakukan untuk
membahagiakan anaknya tersebut dengan perjuangan yang selama ini dengan penuh
perjuangan, keringat yang menetes setiap harinya di pipi dan membasahi tubuhnya
serta penderitaan yang dia rasakan dulu. Sekarang Ibu lima anak ini sudah
mersakan kebanggaan melihat anaknya yang sukses dengan melihat anaknya telah
menikah serta melihat cucung dari pernikahan anaknya tersebut. Dengan semua itu
Perempuan tua ini sangat berterimakasih atas karuniah dan kenikmatan
yang selama ini telah diberikan pada yang maha kuasa.
Semoga
kita selalu ingat kepada orang tua kita yang telah mengorbankan dirinya untuk
kesenangan kita semata. Sayangilah ibu anda dan senangkan
dia yang masih hidup jangan sia-siakan sisah hidupnya dengan
perbuatan kita yang tidak baik. Kepada yang orang tuanya sudah tidak ada lagi
terus kirimkan do’a kepada beliau agar dia disana merasa tenang dan damai.amin…
Semoga
yang membaca terhibur dengan cerita yang saya buat ini, Cerita yang saya buat
ini cerita nya bukan mengarang. Cerita ini dari seorang ibu yang sangat berjasa
untuk anaknya tersebut. Terimakasih atas semuanya yang telah membaca cerita
ini.semoga yang membaca bisah bermotivasi atas semua ini. Saya
harap berikan komentar anda atas tulisan saya ini, agar nantinya tulisan saya
ini bisah berkembang lagi serta lebih bagus lagi.makasih
Penulis : Muhammad Basri
Tanggal Lahir : 16 April 1993
Kuliah : Universitas Bengkulu
Jurusan : DIII Jurnalistik
Semester : II (2)
tolong di komen...
BalasHapus