Rabu, 12 Juni 2013

Maria Seorang Perempuan Tua Hebat Dengan Penuh Penderitaan dan Perjuangan Tinggi



Seorang Ibu yang sudah tua yang Hebat dengan penuh Penderitaan dan Perjuangan Tinggi. Mengapa saya bilang seperti itu karena orang tua ini menghidupkan ke-5 orang anaknya dengan penuh Penderitaan yang amat menyiksakan dirinya sendiri. Dengan demikian Perempuan tua ini selalu bersemangat untuk membahagiakan anaknya tersebut dengan cara apapun tetapi halal, agar anaknnya bisah bahagia dan mencapaikan cita-citanya nanti.
Orang tua ini Hidup dengan Rumah yang masih Sebagian dari Kayu yang bentuknya masih sangat Moderen dan kebutuhan yang bercukupan. Perempuan ini bekerja sebagai pejual sayuaran yang berjualan dengan Ranjang yang di Pikulnya Setiap Hari. Pagi hari sekitar Jam Empat Subuh dia sudah bangun untuk bergegas untuk membeli barang dagangannya untuk nantinya dijual, sebelum berangat, ibu ini Sholat dulu dan ber’doa memintak rezeki yang lebih. Sekitar jam Setengah lima Subuh Perempuan tua ini langsung kepasar untuk membeli barang dagangan yang akan dijaulnya lagi ke warga.
Terkadang Perempuan tua ini mengambil Sayuran yang di tanam di samping rumahnya yang menggunakan lahan warga yang ada di setempat. Dengan penuh semangat dan pejuangan tinggi orang tua ini berjualan sayuran di rumah-rumah warga seperti di perumahan. Dengan Raut Wajah yang capek dan Tetesan air keringat yang membasahi baju dan mukanya dia tetap semangat berjualan sayurannya tersebut.
Perempuan ini tidak hanya berjualan sayuran saja tetapi dia juga bekerja sebagai pecuci baju juga di rumah warga. Setelah selesai berjualan sayuran ibu lima anak ini langsung bergegas untuk nantinya kerumah warga untuk bekerja sebagai tukang cuci baju. Tidak hentinya orang tua ini bekerja untuk menghidupi anaknya tersebut. Dia tidak memikirkan dirinya tetapi hanya memikirkann anaknya dan masa depan anaknya nanti.
Tidak Henti-hentinya Wanita ini bekerja untuk mencari Uang, dia bekerja seharian untuk mencari uang saja. Bahkan kesehatannya saja tidak dia pikikan untuk mendapatkan uang tersebut. Terkadang Perempuan ini kelelahan dan lapar dan ingin makan dan istirahat sebentar di rumah. Sesampai dirumah dengan melihat anaknya belum makan dan gulai yang ada di rumah tersebut hanya sedikit. Terpaksa Dengan kondisi Perut yang Lapar dan Capek Orang tua ini tidak jadi makan dan langsung memberikan untuk anaknya tersebut.
Dengan Raut Wajah yang senang melihat anaknya yang sedang makan, rasa Lapar ibu itupun  hilang seketika melihat anaknya tersebut. Perempuan ini tidak memikirkan dirinya tetapi dia hanya memikirkan anaknya saja. Setelah itu orang tua ini langsung kembali bekerja sebagai pencuci baju di rumah warga. Dia pulang dari pekerjaanya sore sekitar jam setengah enam sore dengan badan yang kurus dan Raut wajah yang kecapean. Setelah pulang dia langsung makan dengan menggunakan Teh dan Nasi Putih. Teh tersebut natinya di tuangakan kedalam nasi tersebut dan dimakan, terkadang kalau tidak ada teh perempuan ini makan dengan menggunakan Garam dan Kelapa yang sudah diraut untuk dicampur nantinya di nasi tersebut.
Biarpun begitu Perempuan tua ini masih bersemangat biarpun penderitaan yang dirasakan tetapi dengan semua itu dia tetap bersyukur dengan apa yang dia miliki dan lakukan untuk anaknya itu. Dengan kerja keras dan perjuangan tinggi ibu lima anak ini sudah bisah Sekolahkan anaknya satu demi satu dan bahkan sampai ada yang sudah tamat bersekolah dengan keringat yang menetes di pipi dan membasahi tubuhnya serta terus dikeluarakan setiap hari.
Dengan berjalannya waktu, salah satu anak ibu itu ada yang sudah mendapatkan pekerjaan dan membuka usahanya sendiri dengan modal yang dia dapatkan sendiri. Melihat itu Perempuan tua tersebut sangat berbangga dan sangat terharu dengan apa yang ada pada anaknya itu. Orang Tua ini sangat berterimakasih kepada yang Maha Kuasa atas pemberian rezeki yang berlimpah diberiakan kepada anaknya tersebut dengan penuh penderitaan dan pejuangan yang tinggi perempuan tua ini sudah bisah melihat anaknya yang sudah bisah menghasilkan uang sendiri.
Tetapi biarpun sebagian anaknya bisah menghasilkan uang sendiri dan membuka pekerjaan sendiri. Perempuan tua ini masih saja ingin bekerja untuk menghidupakan anaknya yang masih ada dan tinggal bersama serta masih harus diurus lagi. Biarpun anaknya rata-rata sudah bekerja tetapi ibu ini tidak ingin bergantung kepada anaknya tersebut serta tidak mau merepotkan anaknya.
Satu demi persatu rumah yang masih sebagian seperti sederhana terbuat dari kayu dan masih moderen ini mulai diperbaiki serta di bangun oleh anaknya agar rumah tersebut terlihat lebih indah dan tidak seperti dulu lagi. Dengan antusias anaknya tersebut untuk membangaun rumah agar terlihat lebih Indah lagi ibu ini menangis dengan air mata yang menetes dipipinya tersebut.
Perjuangan Perempuan itu tidak sampai disitu saja, dengan wajah yang mulai mengeriput dan dan jalan yang sudah tidak terlalu kaut lagi. Ibu dari lima anak ini masih saja ingin bekerja meskipun sejumlah anaknya melarang untuk bekerja lagi. Tapi pendirian tetap saja pendirian, ibu ini mash saja tidak mau mendengar ucapan dari anaknya tersebut. Dia masih saja bekerja biarpun pekerjaannya tidak sebagai penjual sayur dan pencuci baju tapi melainkan sebagai petani padi.
Dengan kerja keras dan perjuangan tinggi serta penderitaan yang dia dapatkan dari dulu sampai sekarang. Tetapi Orang tua ini sudah menyelesaikan emapat anaknya tamat sekolah dan satu anaknya yang masih mencari ilmu di peguruan tinggi di Bengkulu dengan biaya dari keringat yang dikeluarkan dari dulu hingga sekarang serta di bantu dengan kaknya yang telah bekerja dan membuka usahanya sendiri.
Perempuan tersebut sangat berbanga dan senang dengan apa yang telah dia lakukan untuk membahagiakan anaknya tersebut dengan perjuangan yang selama ini dengan penuh perjuangan, keringat yang menetes setiap harinya di pipi dan membasahi tubuhnya serta penderitaan yang dia rasakan dulu. Sekarang Ibu lima anak ini sudah mersakan kebanggaan melihat anaknya yang sukses dengan melihat anaknya telah menikah serta melihat cucung dari pernikahan anaknya tersebut. Dengan semua itu Perempuan tua ini sangat berterimakasih atas karuniah dan kenikmatan yang selama ini telah diberikan pada yang maha kuasa.
Semoga kita selalu ingat kepada orang tua kita yang telah mengorbankan dirinya untuk kesenangan kita semata. Sayangilah ibu anda dan senangkan dia yang masih hidup jangan sia-siakan sisah hidupnya dengan perbuatan kita yang tidak baik. Kepada yang orang tuanya sudah tidak ada lagi terus kirimkan do’a kepada beliau agar dia disana merasa tenang dan damai.amin…
Semoga yang membaca terhibur dengan cerita yang saya buat ini, Cerita yang saya buat ini cerita nya bukan mengarang. Cerita ini dari seorang ibu yang sangat berjasa untuk anaknya tersebut. Terimakasih atas semuanya yang telah membaca cerita ini.semoga yang membaca bisah bermotivasi atas semua ini. Saya harap berikan komentar anda atas tulisan saya ini, agar nantinya tulisan saya ini bisah berkembang lagi serta lebih bagus lagi.makasih

Penulis : Muhammad Basri
Tanggal Lahir : 16 April 1993
Kuliah : Universitas Bengkulu
Jurusan : DIII Jurnalistik
Semester : II (2)

1 komentar: